1. Hotel Pacitan, Jl. Ahmad Yani 37 Pacitan, Phone: +62 357 881244. Hotel Pacitan
terletak di selatan alun-alun Pacitan. Hotel ini memiliki fasilitas
restaurant dan kamar Ekonomi dilengkapi dengan Fan, TV, Double Bed, dan
kamar mandi dalam. Hotel ini memiliki harga yang murah, range harga
sekitar Rp 75.000,00 – Rp 300.000,00 per kamar.
2. Harry’s Ocean House, Pancer, Pacitan, Phone: +62 878 95145533. Sebuah guest house yang berada di pinggir pantai Teleng Ria. Sangat cocok jika anda senang dengan lingkungan pantai. Range harga sekitar Rp 60.000,00- Rp 80.000,00 per kamar.
3. Hotel Remaja, Jl. Ahmad Yani 67 Pacitan, Phone: +62
357 881088. Salah satu hotel yang terletak di pusat kota Pacitan.
Memiliki taman yang indah di sekitar halaman hotel. Mempunyai harga yang
sangat terjangkau. Range harga sekitar Rp 50.000,00 – Rp 70.000,00 per
kamar
4. Homestay dewi Sri, Jl. Pantai Teleng Ria, Pacitan, Phone: +62 357 882523, +62 81913062265. Sebuah homestay yang nyaman yang terletak di sekitar pantai Teleng Ria. Range harga sekitar Rp 80.000,00
5. Barehan Homestay, Jalan Pantai Pancer, Barehan, Pacitan (+62) 81 335 164 365. Tempat
yang yang nyaman dan elegan untuk anda tinggali saat Anda berwisata di
Pacitan. Lokasi dekat Pantai Teleng Ria, Fasilitas istimewa, dan harga
terjangkau
6. Hotel Bali Asri, Jl. Ahmad Yani 69
PacitanPhone: +62 357 881170. Hotel yang asri yang terletak di tengah
kota Pacitan yang memiliki kamar dengan fasilitas mulai dari standar
sampai eksklusif. Range harga sekitar Rp 80.000,00 – Rp 260.000,00
7. Hotel Permata, Jl. Gatot Subroto 26 Pacitan, Phone: +62
357 883306. Satu lagi hotel yang berada di timur Kota Pacitan. Yang
hanya berjarak 5 menit saja dari alun-alun. Range harga sekitar Rp
85.000,00 – Rp 320.000,00
8. Happy Bay Beach Bungalow, Pantai Teleng Ria Pacitan, Phone: +62
357 881474. Merupakan sebuah homestay yang terletak di pinggir pantai
yang merupakan tempat yang nyaman untuk ditinggali. Range harga sekitar
Rp 85.000,00 – Rp 95.000,00
9. Hotel Srikandi, Jl. Ahmad Yani 67A Pacitan, Phone: +62
357 881252. Adalah hotel yang berada di kota Pacitan yang memilliki
harga yang terjangkau namun tetap memiliki fasilitas yang baik. Range
harga sekitar Rp 140.000,00 – Rp 320.000,00
10. Hotel Graha Prima, Jl. Raya Pacitan – Solo km 2 Tamperan, Pacitan, Phone: +62
357 5100456. Hotel yang lumayan bagus yang terletak di atas bukit di
sekitar pantai Teleng Ria. Range harga sekitar Rp 160.000,00 – Rp
660.000,00
11. Alloro Guest House, Jl. K Umar No. 12 Pacitan, Phone: +62
357 886690. Satu lagi sebuah guest house yang baik yang memiliki
kamar-kamar yang dengan fasilitas yang lengkap. Range harga sekitar Rp
185.00,00 – Rp 430.00,00
12. Hotel Prasasti, Jl Imam Bonjol No.8,
Telp 0357881178. Hotel yang berdiri pada tahun 2011 yang tergolong cukup
mewah di Pacitan. Tersedia kamar standar dan deluxe. Range harga Rp
453.000,00 – Rp 484.000,00
Ada banyak sekali assesoris atau souvenir unik dan
menarik yang dapat Anda bawa pulang dari Pacitan.
1.Batik
Tulis Pacitan
Batik tulis merupakan seni budaya peninggalan
dari nenek moyang masyarakat Pacitan
yang sudah seabad yang lalu yaitu di Lorok dan Pacitan. Ini dapat dilihat dari
beberapa produk klasik yang masih ada seperti motif parang, sido luhur
sidomulyo, rujak sente serta sejenis garis dan datar, dipengaruhi oleh batik
klasik yogyakarta dan solo.
Saat
ini industri kerajinan
Batik Tulis ini berkembang pesat di sentra industri di Desa Arjowinangun dan
Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan serta Desa Cokrokembang, Desa Wonodadi Kulon,
Desa Bogoharjo, desa Tanjungpuro, Desa Ngadirojo dan sekitarnya di Kecamatan
Ngadirojo.
2.Kerajinan Gerabah
Pacitan juga mempunyai kerajinan
gerabah. Tidak hanya gerabah seni, tetapi juga memproduksi gerabah tradisional
seperti uleg-uleg, cobek, kendi, tungku tanah liat dan kwali.
3.Furnitur
dari Olahan Kayu dan Anyaman Bambu
Kabupaten
Pacitan memiliki sumberdaya berupa kayu yang cukup luas, bahkan menurut data
yang ada luas hutan kayu mencapai 64.703,04 Ha. Potensi
tersebut didominasi jenis kayu jati, sengon laut, akasia, mahoni, pinus, sono,
dan gmelina.Potensi ini
dikembangkan masyarakat sebagai mata pencaharian dengan mengembangkan berbagai
usaha industri pengolahan kayu, mulai dari Meubelair, Kerajinan Toys dan
Kerajinan Gembol.
4.Batu Akik Pacitan
Selain keindahan pantainya, Pacitan
juga memiliki souvenir khas Pacitan yang bisa anda dapatkan untuk oleh – oleh
keluarga di rumah. Adalah batu akik, batu mulia yang merupakan batu – batuan
khas Pacitan. Salah satu penghasil batu akik di Pacitan adalah di Kecamatan
Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terutama Desa Sukodono dan Desa
Gendaran, dan hal tersebut sudah dikenal luas hingga mancanegara sebagai salah
satu sentra kerajinan batu akik di Indonesia. Bahkan, di desa tersebut ada
pasar khusus untuk kerajinan batu akik. Dinamakan Pasar Kliwon karena pasar ini
hanya buka khusus pada hari Kliwon dalam penanggalan Jawa.
Dan masih banyak lagi souvenir yang dapat Anda dapatkan dari Pacitan.
Pacitan, surganya Jawa Timur dengan banyak tempat wisata beserta
souvenir unik, cantik dan menarik.
Oleh-Oleh Khas Pacitan Jawa Timur yang Wajib di Bawa Pulang
1. Tahu Kupat
Tahu Kupat
Menu
kuliner Khas pacitan ini tidak boleh terlewatkan dan Wajib anda jadikan
oleh-oleh saat pulang. Menu yang satu ini menjadi kuliner favorit
Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Jika beliau pulang
kampung ke Pacitan pasti selalu mencicipi menu ini, terakhir setelah
sudah tidak menjabat presiden, SBY bersama keluarga melakukan wisata
kuliner di pusat kuliner Pasar Minulyo untuk menikmati kupat tahu bahkan
seluruh pengunjung pasar pada waktu itu ditraktir makan gratis
Kupat
tahu adalah makanan yang berisi potongan-potongan kupat (lontong) dan
juga tahu. Dalam penyajiannya ditambahkan taburan kacang goreng, seledri
dan taoge serta disiram dengan kuah penuh bumbu yang nikmat. Umumnya
kupat tahu di Pacitan dimakan dengan kerupuk udang.
2. Soto Pacitan
Soto Pacitan
Soto
adalah menu makanan yang hampir ada di setiap daerah. Begitu juga
Pacitan, kabupaten ini memiliki yang namanya Soto Pacitan. Apa yang
membedakan dengan soto lainnya? Soto yang berasal dari kota kelahiran
SBY ini disajikan dengan tambahan seledri, bawang goreng, kecambah,
kecap dan kacang goreng. Nah adanya kacang goreng inilah yang menjadi
pembeda dengan soto-soto lainnya.
3. Jadah Bakar
Jadah BakarOleh-Oleh khas Pacitan
yang satu ini merupakan Jadah Bawak. Mungkin masih banyak orang yang
belum tahu makanan bernama jadah.jadah adalah makanan yang bentuknya
seperti punten hanya saja terbuat dari ketan. Kalau di Pacitan dikenal
yang namanya jadah bakar yaitu jadah yang dipanggang layaknya memanggang
daging ayam. Setelah itu dimakan dengan dengan gula pasir menghasilkan
kombinasi rasa gurih dan manis.
4. Thiwul
Thiwul
Thiwul
adalah kuliner atau oleh-oleh yang wajib anda bawah dan wajib anda
cicipi saat liburan di Pacitan. Sebab ini adalah makanan khas penduduk
Pegunungan Kidul yang meliputi kabupaten Gunungkidul, Wonogiri dan juga
Pacitan. Bentuknya seperti nasi pada umumnya hanya saja warnanya agak
kecoklatan. Thiwul memang merupakan makanan pokok pengganti nasi yang
terbuat dari gaplek atau ketela pohon yang telah dikeringkan.
Jadah
bakar menjadi teman nongkrong anak muda Pacitan di alun-alun kota.
Makanan ringan ini bisa dengan mudah ditemukan di kios-kios makanan
seputar alun-alun khususnya di sisi timur. Salah satu yang menjadi
langganan adalah jadah bakar Mbah Geger. Kios ini selalu ramai
dikunjungi baik anak muda hingga keluarga yang menikmati suasana malam
di kota kecil yang damai. Selain jadah bakar menu lain yang tidak kalah
khas adalah tahu bakar yang dimakan dengan sambal kecap serta sate tahu
yang nikmat.
5. Nasi Daun Jati ( Sego Godhong Jati)
Sego Godhong Jati
Nasi
Daun jati atau orang pacitan bisa sebut sego godhong jati adalah
makanan berupa nasi yang dibungkus menggunakan daun jati. Pada zaman
dahulu makanan seperti itu hanya ditemukan saat ada hajatan terutama
pernikahan dimana nasi daun jati ini akan selalu ada sebagai berkat
orang-orang yang menyumbang. Kini makanan ini juga sudah langka lantaran
setiap pernikahan tidak lagi menggunakan berkat melainkan suvenir.
Isi
sego godhong jati adalah nasi dengan urap dan juga tumis tempe (kering
tempe), serundeng serta lauk ikan asin atau pun peyek. Aroma daun jati
sangat khas membuat nasi yang ada di dalamnya memiliki rasa yang berbeda
pula. Makanan ini tengah hits di Pacitan akhir-akhir ini, dan mereka
yang kangen dengan makanan sego godhong jati bisa membelinya di jalan
menuju kecamatan Arjosari tepatnya di desa Semanten atau di warung makan
Mbak Tini depan pabrik rokok Sampoerna di kelurahan Sidoharjo.
6. Sale Anggur
Sale Anggur
Sale
anggur bisa anda jadikan camilan sekaligus oleh-oleh khas dari Pacitan.
Sale ini dibuat sama dengan pembuatan sale-sale pada umumnya hanya yang
membedakan adalah proses pengemasan. Disebut dengan sale anggur
lantaran sale ini di kemas bulat-bulat dan dirangkai menyerupai buah
anggur.
Bahan dasar sale anggur adalah pisang awak yang di potong
tipis-tipis kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari. Setelah
kering barulah dikemas dengan cara dipadatkan hingga berbentuk bulatan.
Bagian luar dikemas lagi menggunakan kertas krep warna-warni agar
terlihat menarik. Kemudian bagian finishing bulatan-bulatan tadi
dirangkai menjadi seperti untaian buah anggur. Meski tanpa bahan
pengawet sale ini bisa tahan hingga 5 bulan. Konon makin lama rasanya
akan semakin legit dan manis.
7. Tahu Tuna
Tahu Tuna
Untuk
Kalian para Wisatawanyang berkunjung ke Pacitan ini sangat wajib untuk
mencicipi makanan Tahu Tuna Khas Pacitan ini. Makanan ini seperti sudah
menjadi ikon makanan khas di Kota 1001 Gua. Tahu tuna bukanlah makanan
baru, bentuknya sama dengan tahu bakso hanya saja bakso di dalam tahu
ini dibuat dari gilingan ikan tuna.
Menu tahu tuna banyak dijumpai
di warung-warung makan di Pacitan. Selain dimakan di tempat, tahu tuna
juga bisa dijadikan oleh-oleh satu plastik berisi potongan tahu tuna
berjumlah 10 biji dijual dengan harga sekitar 7-8 ribu. Traveler yang
berminat bisa mendapatkannya di toko oleh-oleh yang ada di sepanjang
jalan menuju Pantai Teleng Ria.
8. Punten
Punten
Punten
tergolong makanan ringan meski kurang pas jika disebut sebagai camilan.
Pasalnya makanan yang satu ini terbuat dari beras yang dimasak dengan
santan kemudian ditumbuk hingga halus. Setelah itu disajikan dalam
bentuk potongan kotak-kotak. Rasanya sangat gurih dan juga mengenyangkan
cocok untuk pengganjal perut yang sedang lapar.
Punten paling
sedap saat dinikmati dengan cara dicocolkan pada sambal terasi. Saat ini
lumayan sulit untuk menemukan jenis makanan tradisional ini. Tapi jika
kamu penasaran ingin tahu rasanya datanglah ke pusat jajanan di Pasar
Arjowinangun yang berada di pertigaan JLS atau di Pasar Sundeng di barat
kota Pacitan.
9. Cenil
Cenil
Cenil
Merupakan Oleh-Oleh Khas Pacitan yang bisa di katakan Unik. Cenil
adalah makanan yang terbuat dari pati ketela pohon, bentuknya
bulat-bulat kecil rasanya kenyal dan memiliki rupa berwarna-warni.
Umumnya jajanan ini disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula
pasir. Tapi cenil di Pacitan lain, tetap menggunakan taburan parutan
kelapa tapi dilumuri dengan gula jawa yang telah direbus.
makanan
yang terbuat dari pati ketela pohon, bentuknya bulat-bulat kecil rasanya
kenyal dan memiliki rupa berwarna-warni. Umumnya jajanan ini disajikan
dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir. Tapi cenil di Pacitan
lain, tetap menggunakan taburan parutan kelapa tapi dilumuri dengan gula
jawa yang telah direbus.
10. Singkong keju
Singkong KejuSetelha
anda puas dengan luburan anda di pacitan, rasanya pasti ada yang kurang
jika belum berasakan makanan Khas Pacitan yang satu ini. Makanan ini
merupakan singkong keju khas pacitan. Karena singkong mudah ditemukan di
kabupaten dengan pantai yang indah ini, maka ada berbagai olahan enak
selain thiwul. Salah satunya adalah singkomg keju. Sebenarnya kuliner
Pacitan ini juga ada di mana-mana. Namun tidak ada salahnya kamu mencoba
yang asli Pacitan. Kelezatan bukan hanya didapat dari taburan bumbu
dan keju, tapi juga dipengaruhi oleh singkong Pacitan yang lezat ketika
sudah dimasak. Selain keju, biasanya singkong juga disiram dengan gula
semut, dijamin enak sekali. Makanan ini mudah kamu temukan di
warung-warung sepanjang jalan menuju Pantai Teleng Ria.
11. Otak-Otak ikan Tuna
Otak-Otak ikan Tuna
Otak
– otak dibuat dengan mencampur Ikan Tuna Segar Dengan Kualitas Terbaik
dengan campuran rempah-rempah. Oleh – Oleh Khas Pacitan Otak – Otak tuna
yang terbuat dari ikan tuna berkualitas dan segar. Diolah dengan bumbu
yang pas menghasilkan makanan ringan yang enak dan bergizi. Tidak
mengandung bahan pengawet seperti borax dan formalin, sehingga aman
dikonsumsi seluruh keluarga setiap hari. Sangat pas di padukan dengan
saos sambal dan dimakan di sore hari. Anda bisa mendapatkan Otak – Otak
Ikan Tuna Khas Pacitan di Pusat Oleh – Oleh Khas Pacitan Putra Samudra
yang lokasi dekat dengan pantai Teleng Ria tepatnya di Jalan Raya
Pacitan – Solo km 03.
12. Rengginang Manis
Rengginang Manis
Rengginang
merupakan salah makanan yang bisa dijadikan pilihan oleh – oleh khas
pacitan. Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi
atau beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas
matahari lalu digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang
banyak. Anda bisa mendapatkan Rengginang Manis Khas Pacitan di Pusat
Oleh – Oleh Khas Pacitan Putra Samudra yang lokasi dekat dengan pantai
Teleng Ria tepatnya di Jalan Raya Pacitan – Solo km 03.
13. Bakso Ikan Tuna
Bakso Ikan TunaBakso
Ikan Tuna Merupakan Oleh – Oleh Pacitan yang paling digemari. Bakso
tuna adalah daging ikan tuna giling yang dicampur dengan tepung tapioka
dan dicampur dengan bumbu-bumbu racikan dari sang ahli.Bakso Tuna
terbuat dari tahu berkualitas dengan tambahan bumbu rempah dan isian
ikan tuna segar. Selain tekstur bakso lebih indah, juga terasa lembut
dilidah. Anda bisa mendapatkan Bakso Ikan Tuna Khas Pacitan di Pusat
Oleh – Oleh Khas Pacitan Putra Samudra yang lokasi dekat dengan pantai
Teleng Ria
Itulah daftar oleh-oleh khas Pacitan yang harus anda miliki dan anda coba ketika berada di Pacitan Jawa
timur. Semoga dengan adanya daftar Oleh-Oleh khas Pacitan di atas bisa
memudahkan anda dalam memilih dan membeli oleh-oleh yang sesuai dengan
yang anda inginkan. Selelu berkunjung ke sini untuk bisa mendapatkan
info Oleh-Oleh Khas Terbaru lainnya.
Berkunjung ke suatu daerah tentunya hal yang kita cari dan sering di
tanyakan yaitu oleh-oleh. Bagi Anda yang hendak berkunjung ke Pacitan
atau sedang mencari tempat pusat oleh-oleh khas Pacitan Berikut ini
daftar tempat oleh-oleh Khas Pacitan yang bisa Anda jadikan referensi.
PUTRA SAMUDRA
Alamat
: Sidoharjo, Pacitan Sub-District, Pacitan Regency, East Java 63514
No Telp
: WA 087758991433 : SMS 081332804855
ANEKA RASA
Alamat
: Jl. WR. Soepratman No.12 A
Pacitan
No Telp
: 081226938887
SARI RASA
Alamat
: JL. Gatot Subroto 35 Baleharjo, Pacitan - Jawa Timur
No Telp
: (0357) 881530
TAHU TUNA
PAK RAN
Alamat
: Lingk. Teleng, Kelurahan
Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur
Di Pacitan telah terdapat beberapa sentra industri yaitu industri rokok
milik perusahan rokok Sampoerna, dan perusahan rokok Sukses. Industri
lainnya adalah berdirinya pabrik Timah di daerah Arjosari, Pabrik
Triplek di Widoro, pabrik Woodboard di Arjosari. Selain itu dibangun
juga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Dengan Daya 2 X 315 MW yang
berlokasi di Teluk Bawur,Sudimoro yang telah diresmikan oleh Presiden
SBY Pada tanggal 16 Oktober 2013 secara langsung di PLTU Pacitan.
Jumlah Industri
yang ada di Kabupaten Pacitan tahun 2011 baik Industri besar. Industri
sedang dan Industri kecil adalah 10.192 unit Industri di Kabupaten
Pacitan sudah mulai mengalami perkembangan dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya. Jenis industri kecil yang paling banyak adalah industri
kecil yaitu sebesar 99,86%, industri besar sebesar 0,04% sedangkan
sisanya adalah industri sedang yang hanya 0,10%. Bila dilihat menurut
status dari industri kecil dan Kerajinan, sebesar 97,76% adalah Industri
kecil dan non formal, sedangkan sisanya 2,24% yang mampu menyerap
tenaga kerja sebesar 23.434 orang yang mampu menyerap tenaga kerja 1.850
orang dengan 287 tenaga kerja.
Air merupakan bagian terpenting dalam kehidupan.
Salah satu penyedia air bersih di Kabupaten Pacitan adalah PDAM. Tahun
2011, jumlah pelanggan PDAM mencapai 11.260 unit. Jumlah produksi di
tahun ini sebesar 2.586.800 M3 dengan nilai produksi sebesar 5,87 milyar rupiah. Listrik juga dibutuhkan oleh semua orang, satu –
satunya penyedia listrik di Kabupaten Pacitan adalah PLN. Tahun 2011
jumlah pelanggan PLN mencapai 85.521 orang. Dengan pemakaian 6.629.346
KWH dan nilai Pembayaran sebesar 4,04 milyar rupiah. Menurut jenis tarif
jumlah pelanggan PLN terbesar adalah rumah tannga sebesar 92,18%,
disusul abonemen (3,61) sosial (1,98%), usaha ( 1,19%), PPJ ( 0,64%),
kantor (0,35%), Industri (0,04%) dan Hotel ( 0,01 persen ). sumber : http://pacitanindustri.blogspot.com/
Kondisi geografis Pacitan yang sebagian besar berbukit tandus
menyebabkan daerah ini kurang cocok untuk bercocok tanam padi sehingga
ketela pohon atau singkong menjadi alternatif sejak dahulu.
Hasil pertanian utama Pacitan adalah padi, singkong, cengkeh, kelapa dan kakao yang baru dibudidayakan beberapa tahun terakhir. Potensi bahan tambang juga cukup besar di kawasan Pacitan. Kerajinan batu akik yang terpusat di kawasan Donorojo, sedikit banyak telah menyumbang nilai penting bagi Pacitan.
KEUANGAN DAN PEREKONOMIAN DAERAH KABUPATEN PACITAN
PENDAPATAN DAERAH Pendapatan keuangan Kabupaten Pacitan
diperoleh dari penerimaan langsung dan tidak langsung. Penerimaan
langsung diperoleh dari penerimaan pajak masyarakat, retribusi daerah,
hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan, dan lain-lain
Pendapatan Asli Daerah yang sah. Penerimaan pajak yang diperoleh
digunakan untuk pembiayaan kegiatan di Kabupaten Pacitan.
Pembiayaan (financing) adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah,
baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan
diterima kembali, yang dalam penganggaran pemerintah terutama
dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau memanfaatkan surplus
anggaran. Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman,
dan hasil investasi. Sementara, pengeluaran pembiayaan antara lain
digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman, pemberian pinjaman
kepada entitas lain, dan penyertaan modal pemerintah.
Pacitan dikenal dengan nama Kota Pariwisata atau Kota Seribu Goa. Hal
ini dikarenakan kekayaan alam dan ekstika Pacitan yang sungguh luar
biasa dan sangat memikat para pengunjung. Pariwisata di Pacitan terdiri
dari Wisata Goa, Wisata Pantai, Wisata Pegunungan (Hikking), Wisata
Sejarah, Wisata Pemandian Alam dan Saat ini sedang dalam tahap
penyelesaian kawasan Olahraga yang nantinya bisa menjadi salah satu
alternatif tempat yang bisa dikunjungi di Pacitan.
Wisata Goa yang terkenal di Pacitan diantaranya Goa Gong
Yang ternama sebagai Goa Terindah se-Asia Tenggara, Goa Kalak Konon
Mantan Presiden Soeharto pernah melakukan semadi di Goa ini, Goa Tabuhan
di mana Alibasyha Sentot Prawirodirjo pernah melakukan semadi di dalam
Goa ini dan Batu di dalam goa ini jika dipukul akan membunyikan suara
seperti alat musik gamelan Jawa, Goa Luweng Jaran.
Wisata Pantai terhampar luas di Pacitan, sehingga anda harus
menentukan terlebih dahulu pantai mana yang akan anda kunjungi. Jika
anda menginginkan pantai dengan pasir putih dan pemandangan batu karang
yang indah Pantai Watu Karung, Srau dan Pantai Klayar
bisa menjadi pilihannya. Namun jika anda menginginkan pantai yang penuh
dengan sarana wisata dan mudah diakses Pantai Teleng Ria bisa menjadi
pilihannya karena hanya berjarak sekitar 3 Km dari pusat Kota. Pantai
lain yang bisa dikunjungi seperti Pantai Soge yang terkenal dengan
jembatan indahnya, Pantai Taman di mana disana terdapat penangkaran
penyu, pantai Sidomulyo dengan Flyingfox terpanjang se-Indonesia, Pantai
Banyutibo dengan pemandangan air terjun yang langsung menuju ke pantai,
dan masih banyak pilihan pantai lainnya.
Pemandian Air Hangat Tirtohusodo berada di Kecamatan Arjosari,
sekitar 15 Km dari pusat kota ke arah Utara, disini menyuguhkan pesona
mandi dibawa kaki gunung kelir dengan air Panas Alami, fasilitas di
Pemandian ini pun cukup lengkap seperti Villa, Toko Cenderamata, Kantin
atau Rumah Makan, Parkir luas
Monumen Jenederal Sudirman berada di Kecamatan Nawangan,
30 Km dari pusat kota Pacitan. Monumen ini berdiri megah di atas gunung
dan telah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, disini
masih dapat kita lihat Rumah yang digunakan Jenderal Sudirman ketika melakukan Gerilya.
Rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terletak di Lingkungan Blumbang, Kelurahan Ploso berjarak 200 meter dari Terminal Kelas A Kota Pacitan atau sekitar 1 Km dari pusat kota Pacitan.
Merupakan gunung tertinggi di Tulakan, bisa gunakan untuk
tujuan camping, memiliki puncak yang cukup luas dan pemandangan laut
selatan yang indah, bisa juga sebagai tempat menikmati sunrise dan
sunset yang menawan, cocok untuk penikmat pendaki gunung yang masih
pemula atu untuk latihan.
Cara mencapai lokasi : Akses dari jalan Pacitan - Lorok sekitar Km 45
merupakan jalur terdekat, ada jalan masuk di barat SMPN 1 Tulakan jalan
makadam batu atau sekitar daerah Bonsiak, jalan aspal tapi banyak yang
rusak, kendaraan roda 2/4 bisa sampai titik dekat SDN Tulakan 1 yang
merupakan kaki gunung, dari situ disaran mulai jalan kaki sebagai tahap
pemanasan sebelum melaui jalan yang curam di gunungnya.
Saran : sebaiknya melakukan pendakian menghindari musim penghujan karena
jalan menjadi licin dan rawan batu longsor bisa berbahaya, jika mau
menginap siapkan pakaian hangat karena udara akan sangat dingin pada
malam hari, sedia air minum secukupnya, jangan lupa izin dulu pada warga
setempat jika mau menginap
Himbauan : jangan merusak ekosistem yang ada di gunung dan beretika yang baik dalam melakukan pendakian atau camping.
* catatan
Menurut cerita penduduk setempat, jaman dulu lereng Gunung Sepang banyak
sekali dihuni monyet/kera karena banyak pepohonan. Namun seiring
berjalan waktu, pepohonan semakin jarang hingga monyet/kera di Gunung
Sepang menghilang. Sekitar Tahun 1993 sekelompok anak muda Tulakan
menginisiasi penanaman kembali lereng Gunung Sepang dengan bibit pinus,
akasia, trembesi, dll meskipun dengan jumlah bibit yang terbatas (lihat
di foto). Inisiatif ini kemudian disambut baik Karang Taruna Desa
Tulakan dan Pemerintah Desa Tulakan sehingga ditindaklanjuti dengan
penanaman bibit pepohonan kembali dalam jumlah banyak.
Gunung Limo adalah sebuah gunung yang terletak di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Gunung Limo dapat diakses melalui terminal Arjowinangun menuju Desa Kebonagung, Desa Gawang, Desa Sidomulyo, dan Desa Mantren.
Jalur pendakian Gunung Limo diawali sebuah pintu batu yang sangat
sempit sehingga pendaki harus berjalan miring, setelah itu di bagian
dekat puncak akan ditemui batu Pongaan. Di batu Pongaan tersebut
pengunjung atau pendaki dapat melihat bebas wilayah-wilayah pedesaan dan
perkotaan yang terletak dibawahnya. sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Limo
Upacara Tetaken
Bukan hanya larung sesajen ritual tradisi yang biasa digelar
masyarakat Pacitan saat memperingati pergantian tahun Islam. Namun ada
satu budaya cukup sakral yang mungkin belum begitu dikenal masyarakat,
yaitu Tetaken.
Sebagaiman diketahui, Kabupaten Pacitan terletak
524 Km sebelah timur dari Ibu Kota Jakarta dan 209 Km arah barat daya
dari kota Surabaya. Kabupaten yang terkenal dengan Gunung Limo ini
mempunyai tradisi yang cukup unik. Karena menganut penanggalan Jawa,
yaitu tepat pada 1 Syuro, diadakan beberapa kegiatan untuk memperingati
bulan baru Hijriyah.
Beberapa
di antaranya adalah pengajian, melekan, tirakatan, perajahan, larung
sesaji dan napak tilas sejarah. Sedangkan di Gunung Limo sendiri,
beberapa orang melakukan teteki atau bertapa di bulan itu. Selanjutnya
para pertapa tersebut disambut oleh masyarakat dalam bentuk perayaan
Tetaken yang diadakan setiap tanggal 15 bulan Syuro.
Salah
seorang pemerhati sejarah di Pacitan Ki Ageng (KA) Jolothundo
mengatakan, Tetaken berasal dari kata tetekian. Teteki mendapat imbuhan
“an” (tetekian) yang berarti pertapa-an. Yaitu bermakna tempat
pertapaan. Karena karakter bahasa setempat untuk mempermudah penyebutan,
maka kata tetekian berubah pengucapannya menjadi tetaken tanpa
mengurangi makna sesungguhnya.
"Tradisi tersebut diadakan untuk
mengingat kembali proses datangnya Eyang Tunggul Wulung dan Mbah Brayut
ke Gunung Limo dan menetap di lereng Gunung Limo," ujarnya, Selasa
(8/5).
Digambarkan
dalam ritual ini, sang juru kunci Gunung Limo turun gunung bersama para
cantriknya yang sekaligus murid-muridnya. Mereka baru selesai menjalani
tapa di puncak gunung dan akan kembali ke tengah masyarakat. Bersamaan
turunnya para pertapa dari puncak gunung, iring-iringan warga muncul
menyambut para pertapa memasuki area upacara.
"Masyarakat
mengenakan pakaian adat Jawa. Barisan paling depan adalah pembawa panji
dan pusaka Tunggul Wulung (Panji Tunggul Wulung, Keris Hanacaraka,
Tombak Kyai Slamet, dan Kotang Ontokusumo/Jubah Hitam pertapa)," cerita
Jolothundo.
Di
Pacitan, lanjut dia, terdapat lokasi pendadaran (pelatihan kanuragan
dan kebatinan) yang berpusat di Gunung Limo. Pendadaran prajurit
kemudian lazim disebut sebagai wisudan Tunggul Wulung (wisuda yang
dilakukan oleh Tunggul Wulung). Prajurit Mataram melakukan pendadaran
olah kanuragan dan kebatinan kepada pemuda-pemuda di desa-desa dengan
tujuan memperkuat pertahanan kerajaan apabila sewaktu-waktu ada
peperangan.
Pembekalan yang dilakukan oleh prajurit Mataram di
bawah Panji Tunggul Wulung tidak hanya olah fisik saja kepada generasi
muda. Melainkan mengajarkan ilmu kasepuhan kepada masyarakat.
Memantabkan ajaran Islam secara esketik dikombinasi dengan penanaman
prinsip-prinsip pengabdian kepada negara.
"Mendekatkan hubungan
kerajaan dengan masyarakat sekaligus mempereratnya. Kegiatan penanaman
mental bela negara, olah kaprajuritan, kepatuhan kepada raja dan
kerajaan, nilai nilai-nilai moral, spiritual lahir dan batin oleh
prajurit Mataram Tunggul Wulung ini di kemudian hari menjadi sebuah
tradisi dari generasi ke generasi yang disebut dengan Tetaken,"
pungkasnya. (yun/rev) sumber :https://www.bangsaonline.com/berita/44956/sekilas-menyimak-tradisi-tetaken-gunung-limo-pacitan
Begini Pemandangan Dari Puncak Gunung yang Lagi Hits di Pacitan
Selain pantai, jenis traveling lain yang juga disukai anak muda
adalah wisata gunung. Kebetulan jika kamu main ke Pacitan, banyak gunung
yang bisa didaki. Meski tidak setinggi Gunung Semeru tapi pemandangan
dan pendakiannya tidak kalah seru. Cobalah mendaki Gunung Lanang, salah
satu titik tertinggi kabupaten Pacitan. Gunung Lanang, sebagai salah satu titik tertinggi Pacitan tidak sulit
untuk menemukannya. Jika traveler berada di tengah pusat kota,
tengoklah ke arah timur di sana akan terlihat deretan gunung yang
disebut dengan Gunung Limo. Nah salah satu gunung itulah yang disebut
dengan Gunung Lanang.
Suasana Sunrise Gunung Lanang, Foto: Naomi
Traveler bisa mengunjungi Gunung Limo dengan datang ke desa Punjung,
kecamatan Kebonagung yang berjarak sekitar 20 kilometer ke arah timur.
Perjalanan bisa ditempuh selama kurang lebih 1 jam, mengingat medan
jalan yang akan dilewati cukup menantang dengan kondisi jalan aspal
rusak hingga jalan beton yang sempit.
Kendaraan yang direkomendasikan untuk mengakses gunung ini adalah
sepeda motor. Jalan desa yang sempit cukup riskan untuk dilewati mobil.
Nantinya kendaraan bisa diparkir di lahan pertanian warga, atau di ujung
jalan beton. Kemudian perjalanan baru dilanjutkan dengan trekking jalan
kaki melewati jalan setapak dengan kemiringan yang cukup curam di
beberapa titik.
Pemandangan dari Gunung Lanang, Foto: Naomi
Saat datang ke Gunung Lanang jangan mengeluh dengan medan yang
dilalui sebab pemandangan ciamik sudah menunggu di puncaknya. Puncak
gunung ini terdapat dataran yang cukup luas yang sering digunakan
pecinta alam untuk kemping. Gunung ini menghadap ke pusat kota Pacitan
di sebelah barat sehingga saat malam dari puncak gunung ini adalah
tempat sempurna untuk melakukan city light hunting.Gunung Lanang, Foto: Naomi
Puncak Gunung Lanang adalah lokasi yang pas untuk melihat sunset.
Namun pemandangan matahari terbit dari puncak gunung inipun tak kalah
eksotisnya. Maka tidak heran jika musim liburan dan akhir pekan banyak
anak muda yang datang ke sana untuk kemping. Inilah salah satu gunung
yang paling hits di Pacitan. Ada yang sudah pernah ke gunung ini?