Minggu, 09 September 2018

Sungai

Sungai Grindulu, sebuah identitas dan kekayaan alam Pacitan

Kalau Solo punya Sungai Bengawan Solo, atau kalau Mesir identik dengan Sungai Nilnya, atau Kalimantan dengan Sungai Musi-nya, maka Pacitan memiliki Sungai Grindulu sebagai identitas dan kekayaan alam yang terdapat di daerah Kabupaten paling ujung di Jawa Timur ini.

Sungai Grindulu di pacitan adalah sebuah sungai yang terpanjang di Pacitan yang membentang dari wilayah Kecamatan Pacitan, berturut – turut ke Kecamatan Arjosari, sampai diujung Kecamatan Tegalombo, dengan jarak sekitar 60 Km sampai ke muara laut.

Kalau di cermati, hampir sebagian besar wilayah sungai grindulu berdampingan dengan jalan utama Pacitan –Ponorogo, terutama di wilayah Kecamatan Arjosari dan kecamatan Tegalombo. Ciri khas yang mencolok biasanya, jalan besar utama langsung berdampingan dengan sungai Grindulu di bawahnya. Atau juga dengan model jalan besar utama, berbataskan rumah atau sawah, baru sungai grindulu. Biasanya daerah dengan jalan besar berdampingan langsung dengan Grindulu memiliki potensi bencana longsor yang lebih besar, daerah ini intensitas longsornya lebih tinggi dari daerah lainnya.

Sungai Grindulu, bagi sebagian warga Pacitan yang tinggal dikawasan yang berdekatan dengan sungai ini, menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mereka. Selain digunakan untuk keperluan sehari – hari, seperti mandi dan mencuci, air sungai grindulu sebagian besar juga dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pertanian. Fungsi lain yang bisa diambil dari keberadaan sungai Grindulu adalah pasir sungai yang sangat bermanfaat untuk keperluan pembangunan, dan tentu juga memiliki nilai ekonomi.

 
Tambang pasir dan batu Sungai Grindulu

Keberadaan sungai Grindulu tentu memberikan dampak yang positif bagi warga sekitar, selain batu kali, pasir, dan macam – macam ikan, sungai Grindulu juga dikenal dengan keindahan pemandangannya. Sering di wilayah Sungai Grindulu ini dijadikan obyek penambangan pasir kali untuk keperluan pembangunan rumah, kantor, masjid, dan sebagainya. Banyak yang menggunakan pasir sungai Grindulu untuk keperluan mencari mata pencaharian. Tentunya ada yang model penambang tradisional dan ada juga yang menggunakan alat berat.

Walaupun kekuatan pasir sungai untuk keperluan pembangunan tak sekuat pasir gunung berapi, akan tetapi Pasir Sungai Grindulu tetap diminati warga untuk dijadikan bahan baku bangunan, baik itu rumah, perkantoran, maupun keperluan pembangunan lainnya. Hal ini disebabkan karena harga yang lumayan murah daripada pasir sungai lainnya. Selain jarak yang cukup dekat, juga penggunaan pasir sungai grindulu ini memiliki kualitas pasir yang lumayan baik.

Dalam konteks penambangan pasir sungai Grindulu, terbagi menjadi tiga model, yaitu masyarakat penambangan daerah perbukitan, masyarakat ini tinggal didaerah elevasi tinggi yang relatif jauh dari daerah aliran sungai. Kemudian yang kedua adalah model masyarakat penambang daerah sungai : Masyarakat ini tinggal di daerah aliran sungai, baik hulu maupun hilir. Yang ketiga adalah model Masyarakat penambang di daerah perbukitan yang dekat dengan sungai, biasanya masyarakat ini tinggal di daerah perbukitan yang dekat dengan sungai pasir. Mereka nggak hanya menambang pasir di bukit tempat tinggal mereka, namun juga dari sungai yang mengalir di sekitarnya. Nah, ini adalah tipe – tipe penambang pasir di sungai Grindulu Pacitan.

Selain Pasir, batu kali juga menjadi obyek mata pencaharian sebagian warga yang tinggal di wilayah Tegalombo dan Arjosari. Ini bisa dilihat ketika anda melewati wilayah Desa Mangunharjo Kecamatan Arjosari, maupun di wilayah Desa gemaharjo, Kecamatan Tegalombo. Fungsi batu kali Grindulu ini adalah untuk bahan campuran membuat bangunan. Biasanya digunakan bahan campuran pembuatan beton atau cor, agar lebih kuat dan tahan lama.

Banyak disana penambang batu kali mengais rezeki mereka untuk kemudian dijual kepada konsumen. Model yang digunakan para penambang batu kali ini adalah dengan memukul batu keras yang berukuran besar menjadi bentuk yang paling kecil, dan biasanya mereka membuat gubuk – gubuk kecil yang sederhana yang digunakan sebagai 

sumber :https://terpaksabikinwebsite.wordpress.com/2012/10/22/sungai-grindulu-sebuah-identitas-dan-kekayaan-alam-pacitan/



Petualangan ala Amazon di Sungai Maron
Seorang pengunjung asyik menjelajah Sungai Maron di Pacitan via Instagram niitapurnomo
Pernahkah Anda membayangkan bertualang menyusuri Amazon, sungai terkenal yang menghubungkan beberapa negara di Amerika Selatan? Sensasinya tentu sungguh tak terbayangkan, bagaikan tokoh penjelajah di film-film petualangan. Namun menariknya, pengalaman serupa ternyata bisa didapatkan di Sungai Maron yang ada di Pacitan.

Sungai Maron dikenal karena air yang sangat jernih dan pemandangan dengan sisi kiri dan kanan banyak ditumbuhi pohon kelapa. Saking indahnya, Maron belakangan ini mulai dikembangkan sebagai tempat wisata susur sungai. Peminatnya pun cukup banyak, bahkan sampai dari luar daerah Pacitan. Lantas bagaimana sebenarnya keindahan dari sungai ini? Berikut TravelingYuk sajikan penjelasan lengkapnya.

1. Amazon-nya Indonesia



Bertualang ke Sungai Maron, Eloknya Tak Kalah dengan Amazon
Aliran Sungai Maron yang konon mirip Amazon via Instagram indoflashlightjatimid
Pemandangan yang ada di sekitar Sungai Maron terasa masih sangat alami. Di sisi kiri dan kanan terdapat banyak pohon kelapa. Selain itu alirannya juga melewati sebuah lorong tebing yang nampak sangat eksotis. Tak heran jika banyak orang menyebut sungai ini sebagai Amazon-nya Indonesia.
Nuansa hijau sangat terasa ketika menyusuri sungai ini, membuatnya semakin mirip dengan Amazon yang sebenarnya. Selain itu atmosfernya juga tenang dan menyejukkan, cocok sekali dijadikan sebagai tempat berakhir pekan. Sungai ini pas bagi mereka yang ingin datang ke lokasi wisata dengan panorama alam natural.

2. Petualangan 45 menit

Bertualang ke Sungai Maron, Eloknya Tak Kalah dengan Amazon
Petualangan naik perahu selama kurang lebih 45 menit di Sungai Maron via Instagram ratnakoemala
Kegiatan utama yang bisa dilakukan di Sungai Maron adalah wisata susur sungai. Pengunjung bisa menyewa kapal milik warga, yang biasanya sudah siap bersandar di dermaga. Satu perahu bisa menampung hingga maksimal enam orang.

Bertualang ke Sungai Maron, Eloknya Tak Kalah dengan Amazon
Sungai Maron dihiasi pohon kelapa di sisi kanan dan kiri via Instagram pristaalems
Dijamin tidak akan kecewa, karena Sungai ini membentang sejauh 4,5 kilometer hingga ke titik muara di Pantai Ngiroboyo. Itu artinya pengunjung akan disajikan petualangan selama kurang lebih 45 menit untuk menikmati keindahan sungai dari atas perahu. Namun demikian, wisatawan masih harus berjalan selama kurang lebih 10 menit dari loket tiket penyewaan kapal ke lokasi dermaga.

3. Sering gelar event

Bertualang ke Sungai Maron, Eloknya Tak Kalah dengan Amazon
Salah satu sudut Sungai Maron di kawasan Pacitan via Instagram yusmanyamaha
Untuk memanjakan para pengunjung, pengelola Sungai Maron juga sering menggelar beragam aktivitas atau event. Salah satunya adalah lomba perahu dayung, yang dihelat pertama kali pada 2012 silam. Selain itu ada juga kegiatan river tubing atau menyusuri aliran sungai sembari menaiki ban karet berukuran besar.
Adanya event semacam ini membuat lokasi wisata sungai ini semakin ramai diminati pengunjung. Namun disarankan untuk datang di musim kemarau atau panas, karena musim penghujan biasanya membuat aliran air di lokasi ini terlihat cukup keruh.

4. Medannya cukup menantang

Bertualang ke Sungai Maron, Eloknya Tak Kalah dengan Amazon
Salah satu spot foto menarik yang ada di Sungai Maron via Instagram airyindonesia
Pacitan berjarak sekitar 100 kilometer dari pusat Kota Solo. Namun konon jalan menuju lokasi Sungai Maron masih belum terlalu mulus, serta diwarnai banyak kelokan dan tanjakan. Diharapkan untuk tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan jika ingin berkunjung ke sini. Begitu sampai di Kabupaten Pacitan, tinggal meluncur ke Kecamatan Pringkulu dan lanjutkan perjalanan ke Desa Darsono, setelah tiba di sana, kamu bisa tanyakan warga sekitar.

5. Dekat dengan pantai

Bertualang ke Sungai Maron, Eloknya Tak Kalah dengan Amazon
Pantai yang ada di muara Sungai Maron via Instagram denie_258
Sungai yang bermuara di Pantai Ngiroboyo, yang juga menawarkan pemandangan indah. Selain itu, tak jauh dari situ juga terdapat Pantai Klayar. Sesudah puas menikmati keindahan sungai, Anda bisa langsung menuju ke lokasi tersebut untuk melanjutkan perjalanan liburan. Keluarga bisa bermain-main sembari menikmati keindahan panorama pantai di sana.



 Sungai Cokel Watu Karung
Pacitan Kota kecil di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur ini memang memiliki tempat-tempat wisata yang cukup menarik untuk di kunjungi. Pantai dan Goa menjadi salah satu destinasi wisata favorit pengunjung baik dari luar kota maupun mancanegara. Tak hanya Pantai dan Goa saja, seiring berjalannya waktu kota Pacitan terus menggali daerah-daerah yang berpotensi untuk di jadikan tempat wisata, salah satunya yang kini sudah banyak di minati para traveler yaitu Sungai Cokel.
Sungai Cokel merupakan sebuah wisata susur sungai . Wisata ini menawarkan akan keindahan panorama alamnya yang bisa di katakan masih alami. Sungai Cokel di kenal memiliki karakter airnya yang cukup jernih karena memang sumber air ini berasal dari Goa Luweng Jaran. Untuk menyusuri sungai ini silahkan Anda menyewa perahu milik warga yang sudah siap di pinggiran sungai. Cukup dengan lima belas ribu perorang saja perahu berserta pengemudinya siap mengantarkan Anda menyusuri Sungai Cokel.




Secara Administratif Sungai Cokel terletak di Desa Watu Karung Kecamatan Pringkuku. Untuk menuju lokasi ini Anda akan melewati loket masuk ke Pantai Watu Karung. Disini silahkan memabayar karcis sesuai jumlah teman Anda,  dengan membayar karcis kamu berhak mengunjungi beberapa pantai yang ada di dalamnya yaitu Pantai Watu Karung, Pantai Kasap, Pantai Sruni dan Pantai Bercak. Untuk rute ke Sungai Cokel sama halnya dengan jalur ke Pantai Watu Karung, tepat setelah loket karcis silahkan ambil jalur kiri maka Anda akan di hadapkan dengan pemandangan sungai dengan aliran airnya berwarna hijau jernih. Jalan terus sampai menemukan tempat parkir karena tempat penyewaan perahu tepat di sisi kiri area parkir.
Beberapa orang yang datang kesini tak sedikit mereka membandingkan dengan Sungai Maron yang ada di Kecamatan Donorojo. Sungai Maron merupakan wisata susur sungai yang terkenal lebih dulu dibandingkan dengan sungai cokel. Keindahan alam Sungai Maron memang tak jauh berbeda dengan Sungai Cokel, hanya jarak tempuh sungai maron lebih panjang di bandingkan dengan Sungai Cokel.

0 komentar:

Posting Komentar