Minggu, 09 September 2018

Goa

  Gua Gong, Gua Unik Dengan Batuan Yang Mengeluarkan Suara Gamelan Gong

Daftar pertama tentu saja ditempati oleh Gua Gong yang namanya sudah tersohor hingga mancanegara. Gua ini terletak di desa Bomo, kecamatan Punung atau berjarak sekitar 30 kilometer ke arah barat daya dari alun-alun kota Pacitan.
Gua Gong, @ardhaniaji
Gua Gong, @ardhaniaji
Gua Gong memang terkenal mempunyai formasi stalaktit dan stalakmit yang keren. Bahkan salah satu batu yang ada di dalam gua ini jika dipukul akan mengeluarkan suara seperti gamelan gong, dari sanalah sebenarnya penamaan Gua Gong berasal. Gua Gong adalah destinasi wisata populer di Pacitan, jadi jangan khawatir dengan kondisi di dalam gua. Ruangan di dalam gua ini tidak gelap karena telah dilengkapi dengan penerangan lampu warna-warni yang makin mempercantik keindahan gua.

Gua Tabuhan, Batuannya Bisa Dijadikan Alat Musik

Beralih ke Dukuh Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung ada Gua Tabuhan yang juga dibuka untuk tujuan wisata komersil. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Gua Gong, jika dari arah kota Pacitan traveler bisa mengambil jalan menuju Gua Gong. Sekitar 2 kilometer sebelum Gua Gong ada pertigaan dengan papan petunjuk arah yang mengarahkan traveler menuju Gua Tabuhan.
Gua Tabuhan, Travelingyuk
Gua Tabuhan, Travelingyuk
Gua Tabuhan mempunyai nama asli Gua Tapan, karena letaknya di bukit kapur Tapan dimana pada zaman dahulu sering digunakan untuk bertapa. Gua ini hanya terdiri dari dua ruang besar, pada ruang pertama traveler akan menemukan situs yang dipagar besi yang mana merupakan tempat ditemukannya situs prasejarah. Gua ini kemudian menyandang nama Gua Tabuhan setelah banyak warga yang menggunakan stalaktit dan stalakmit gua untuk kegiatan kesenian. Seperti diketahui batuan di gua ini bisa mengeluarkan bunyi alat musik, traveler pun bisa tuh meminta warga memainkan musik dari batu gua ini dengan membayar tarif tertentu.

Gua Dawung, Gua Yang Baru Dibuka Untuk Wisata

Dulu traveler yang datang ke Pacitan hanya mengenal Gua Gong, Tabuhan dan Gua Putri saja. Tapi beberapa tahun terakhir ini ada satu pilihan tambahan untuk susur gua di Kota 1001 Goa, yaitu Gua Dawung atau kini lebih dikenal dengan nama Gua Sendang Pitu.
Gua Dawung, @ardhaniaji
Gua Dawung, @ardhaniaji
Gua Dawung mempunyai keistimewaan sendiri lewat adanya tujuh sendang di dalam gua. Sendang atau sumber air ini akan dialiri oleh air yang melimpah saat musim hujan. Letak Gua Dawung alias Sendang Pitu ini berada di Desa Piton, Kecamatan Punung. Tidak sulit menemukannya karena rutenya searah dengan Gua Gong.

Gua Kalak, Keindahan Berbalut Misteri

Gua Kalak bisa traveler jumpai di tepi jalan raya menuju ke Pantai Klayar dari Gua Gong. Secara administratif gua ini berada di wilayah desa Sendang, kecamatan Donorojo, sekitar 30 kilometer dari pusat kota Pacitan. Meski lokasinya berada di tepi jalan tapi kebanyakan traveler tidak mengetahui keberadaannya karena posisinya berada di bagian bawah jalan.
Gua Kalak, Travelingyuk
Gua Kalak, Travelingyuk
Gua Kalak lebih dulu ditemukan ketimbang Gua Gong yang terkenal itu. Bahkan dalam foto-foto Pacitan tempo dulu gua ini sudah dijadikan sebagai tempat wisata sejak zaman Belanda. Yang paling menarik dari gua ini adalah cerita mistis yang menyelimutinya. Konon dahulu Gua Kalak dijadikan sebagai tempat semedi bagi raja-raja kerajaan di Pulau Jawa. Hingga kini Gua Kalak masih digunakan untuk ritual tertentu, pasalnya saat Travelingyuk masuk ke dalam gua ini masih terdapat sesajen di dalam gua lengkap dengan dupa.

Gua Putri yang Terlupakan

Sempat populer di era 90-an Gua Putri kini seakan terlupakan. Gua ini berada dekat dengan Gua Gong dan Gua Tabuhan. Pada masa jayanya gua ini banyak menyedot wisatawan untuk berkunjung tapi kini hanya ada satu dua traveler saja yang datang ke sana.
Gua Putri, Foto oleh Ibnu Tapati
Gua Putri, Foto oleh Ibnu Tapati
Kondisi Gua Putri kini kurang terawat. Sedangkan di dalam gua telah dilengkapi dengan penerangan lampu. Gua ini tidak terlalu besar tidak pula panjang. Namun formasi stalaktit dan stalakmit gua ini cukup cantik. Penamaannya sendiri juga berasal dari bebatuan di dalam gua yang konon berbentuk seperti seorang putri.

Gua Sukomono Dadapan, Gua Baru di Pacitan

Bumi Pacitan yang berada di jajaran Gunung Sewu dan kawasan karst dunia memang memungkinkan ditemukan banyak gua. Salah satu gua yang masih baru di Pacitan adalah Gua Sukomono yang letaknya di pinggir Jalur Lintas Selatan, desa Dadapan, kecamatan Pringkuku, Pacitan.
Gua Sukomono, foto oleh Akma Puspita
Gua Sukomono, foto oleh Akma Puspita
Gua ini baru ditemukan pada awal tahun 2013 saat para pekerja melakukan proyek pelebaran jalan. Pelebaran jalan dengan cara mengepras dinding bukit di sisi-sisi jalan utama tersebut menghasilkan lubang kecil yang kemudian diketahui bahwa di dalamnya terdapat lorong panjang. Tidak banyak traveler yang berani masuk ke dalam gua ini hanya para pecinta alam yang nekad saja yang pernah masuk ke gua Sukomono alias Gua Dadapan tersebut.

Gua Semedi, Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Komersil

Gua bertipe horisontal dan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata komersil di Pacitan adalah Gua Semedi. Dilihat dari lokasinya gua ini cukup mudah ditemukan dan juga dijangkau. Lokasinya berjarak sekitar 100 meter dari tepi Jalan Raya Pacitan-Solo, tepatnya di Desa Sooka, Kecamatan Punung, Pacitan.
Gua Semedi,
Gua Semedi, @ardhaniaji
Buat kamu yang ngaku sebagai petualang sejati, kalau liburan ke Pacitan jangan cuma ke pantai-pantainya saja. Kalau berani jelajahi Gua Semedi ini seperti yang dilakukan para komunitas traveling dari Pacitan ini. Penamaan Gua Semedi menurut warga karena dulu gua ini sering digunakan untuk keperluan semedi. Jangan lupa bawa senter jika mau masuk ke dalam gua ya!

Menyusuri Gua Peden yang Punya Batu Pocong

Beranjak ke Dusun Seso, Desa Pringkuku, Pacitan, di daerah terpencil ini kamu akan menjumpai sebuah gua yang mempunyai stalakmit yang berbentuk seperti pocong sehingga oleh para traveler yang berkunjung dijuluki sebagai Batu Pocong. Gua tersebut bernama Gua Peden.
Gua Peden, foto oleh Wahyu Ari
Gua Peden, foto oleh Wahyu Ari Wibowo
Untuk traveler yang tertantang menyusuri Gua Peden sebaiknya minta izin dulu pada Kepala Dusun setempat. Jangan lupa pula membawa peralatan susur gua yang lengkap terutama penerangan berupa senter. Gua Peden terbagi menjadi empat ruang dimana untuk masuk ke masing-masing ruang traveler harus memanjat bebatuan sehingga fisik yang prima mutlak diperlukan untuk menyusuri gua ini.

Luweng Plente, Gua Vertikal yang Menantang

Masih penasaran dengan gua-gua lain di Pacitan? Gua satu ini layak kamu jelajahi jika punya nyali. Namanya Luweng Plente dan sesuai dengan namanya gua ini bertipe vertikal dimana setiap traveler yang mau masuk ke dalam gua harus melewati mulut gua yang berbentuk vertikal.
Luweng Plente, via instagram
Luweng Plente, via instagram
Satu-satunya cara untuk turun ke bawah adalah menggunakan tangga kayu. Menurut komunitas traveling Pacitan yang pernah menyusuri gua ini, tangga kayu yang disediakan sudah dalam keadaan yang rapuh jadi perlu hati-hati menuruninya. Di dalam gua ini terdapat stalaktit dan stalakmit keren tak kalah dari Gua Gong. Sayang tidak banyak ulasan mengenai gua ini.

Luweng Ombo, Inilah Gua Vertikal Terdalam dan Terbesar di Pulau Jawa

Selain Luweng Plente masih ada banyak luweng-luweng alias gua vertikal yang bisa ditemukan di Kabupaten Pacitan. Salah satu yang menjadi incaran para petualang adalah Luweng Ombo yang letaknya ada di desa Kalak, kecamatan Donorojo, kabupaten Pacitan.
Luweng Ombo, @ardhaniaji
Luweng Ombo, @ardhaniaji
Luweng Ombo disebut-sebut sebagai gua vertikal terdalam dan terbesar di Pulau Jawa lho. Ukuran diameter mulut gua ini sekitar 50 meter dengan kedalaman mencapai 130 meter dari permukaan tanah. Di dalam gua ini ada lorong-lorong yang panjangnya mencapai 25 kilometer.

Luweng Jaran, Cocok Untuk Dijadikan Obyek Wisata Minat Khusus

Kamu yang beberapa waktu lalu pernah nonton tayangan My Trip My Adventure episode Pacitan di salah satu televisi nasional pasti tahu dengan gua yang satu ini. Namanya Luweng Jaran, gua vertikal yang tidak sembarang orang bisa masuk ke dalamnya. Butuh skill dan peralatan khusus untuk menjejakkan kaki di dalam Luweng Jaran.
Luweng Jaran, via instagram
Luweng Jaran, via instagram
Katanya Luweng Jaran adalah gua terpanjang di Indonesia dengan panjang total mencapai 25 kilometer. Gua ini terletak di desa Jlubang, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan. Karena Luweng Jaran mempunyai sistem sungai bawah tanah maka gua ini cukup riskan untuk dijelajahi pada musim hujan.

Song Terus, Situs Prasejarah Ada di Gua Ini

Namanya adalah Song Terus, selain gua tempat ini juga menjadi situs arkeologi yang ada di Pacitan. letaknya di desa Wareng, kecamatan Punung atau satu arah dengan Gua Tabuhan. Lokasinya berada di pinggir jalan sehingga traveler yang berkunjung ke Gua Tabuhan akan melewati situs ini.
Song Terus, via instagram
Song Terus, via instagram
Menurut penelitian arkeolog, pada beberapa ribu tahun lalu Pacitan dipercaya sebagai ibukota dari manusia purba di Jawa. Di dalam gua sepanjang 150 meter ini telah ditemukan fosil manusia purba yang berumur 10 ribu tahun. Tempat ini layak kamu singgahi untuk memperkaya pengetahuanmu.

Gua Somopuro, Cantik Eksotik

Jika umumnya gua-gua ditemukan di kawasan karst Gunung Sewu atau Pacitan bagian barat maka gua ini ditemukan di luar wilayah karst Gunung Sewu sebab lokasinya berada di desa Bungur, kecamatan Tulakan yang ada di sisi timur kabupaten ini.
Gua Somopuro, foto oleh Wahyu Ari Wibowo
Gua Somopuro, foto oleh Wahyu Ari Wibowo
Namanya adalah Gua Somopuro, gua ini pernah menjadi destinasi wisata pada masa lalu. Tapi entah mengapa kini gua ini seakan dilupakan begitu saja. Gua Somopuro memiliki sistem sungai bawah tanah. Saat Travelingyuk berkunjung ke gua ini, kami harus menyusuri sungai dengan kedalaman sebetis orang dewasa. Pemandangan di dalam gua ini sungguh menakjubkan. Semoga saja ke depan gua ini bisa menjadi salah satu destinasi populer di Pacitan.




Berikut Daftar Goa dan Luweng di Pacitan



1
Goa Sukamono
2
Goa Gong
3
Goa Tabuhan
4
Goa Putri
5
Goa Kalak
6
Goa Somopuro
7
Goa Watusigar
8
Goa Melikan
9
Goa Kendil
10
Goa Semedi (ditutup)
11
Goa Dawung
12
Goa Bluwe
13
Goa Ngleto
14
Goa Ngarengareng wetan
15
Goa Klatakan
16
Luweng Ular
17
Goa Klakaran
18
Goa Clangap
19
Goa Mati
20
Goa Lungursalam
20
Goa Kendil jatigunung
21
Goa Banyu
22
Luweng Kebo
23
Luweng Suro
24
Luweng Watutunggak
25
Goa Jebolan Kaligalang
26
Goa Surupan
27
Goa Dampar Kulon
28
Goa Karangbolong
29
Goa Banyutarung
30
Goa Seropan Kulon
31
Goa Watukurung
32
Goa Watulumbung
33
Goa Wediputih
34
Goa Platar
35
Goa Grebes
36
Luweng Jaran
37
Luweng Ombo Sugihwaras
38
Luweng Keto
39
Luweng Songo
40
Luweng Ombo Kalak
41
Luweng Munung Plente
42
Luweng Sriti
43
Song terus
44
Song Gupuh
45
Luweng Ngaren-aren
46
Goa Ngasem
47
Goa Sirondo
48
Goa Singkil
49
Ga Ngandan
50
Goa Clangap Dlopo
51
Luweng Keprok
52
Luweng Pucung
53
Goa Gede
54
Goa Petung
55
Luweng Serpei
56
Goa Jeblukan
57
Goa Jebulan Kalimati
58
Goa Jebulan Dung
59
Goa Jurang
60
Luweng Ombo Sanggrahan
61
Goa Butun
62
Goa Dampar Wetan
63
Goa Grinjing Kulon
64
Goa Sriten
65
Goa Seropan Wetan
66
Goa Pandanduwur
67
Goa Klamun
68
Goa Curi
69
Goa Sawo
70
Goa Jebulan Watulumbung
71
Goa Sumur
72
Goa Nglombo
73
Goa Tompe
74
Goa Tholan
75
Goa Dok Jumbleng
76
Goa Sinoman
77
Goa Mulur
78
Goa Srau
79
Goa Bongoa
80
Goa Jebulan Dok jaran
81
Goa Sombo
82
Goa Ngarengareng Kulon
83
Goa Princen
84
Goa Combre
85
Goa Suh Angin
86
Goa Jebulan Sriti
87
Luweng Mocing
88
Luweng Lungursalam
89
Luweng Songgantol
90
Goa Dadali
91
Goa Jebulan Somopuro
92
Luweng Jambubeleh
93
Luweng Dolesan
94
Goa Brengosan
95
Hoa Giritundo
96
Goa Kayuaking
97
Goa Bandung
99
Goa Grinjing Wetan
100
Goa Guprak
101
Goa ganjuran
102
Goa Watugudang
103
Goa Klopan
104
Goa Klopo
105
Goa Temon

0 komentar:

Posting Komentar