This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 10 September 2018

Info Hotel

DAFTAR HOTEL DAN PENGINAPAN DI PACITAN:
1. Hotel Pacitan, Jl. Ahmad Yani 37 Pacitan, Phone:  +62 357 881244. Hotel Pacitan terletak di selatan alun-alun Pacitan. Hotel ini memiliki fasilitas restaurant dan kamar Ekonomi dilengkapi dengan Fan, TV, Double Bed, dan kamar mandi dalam. Hotel ini memiliki harga yang murah, range harga sekitar Rp 75.000,00 – Rp 300.000,00 per kamar.

2. Harry’s Ocean House, Pancer, Pacitan, Phone: +62 878 95145533. Sebuah guest house yang berada di pinggir pantai Teleng Ria. Sangat cocok jika anda senang dengan lingkungan pantai. Range harga sekitar Rp 60.000,00- Rp 80.000,00 per kamar.

3. Hotel Remaja, Jl. Ahmad Yani 67 Pacitan, Phone: +62 357 881088. Salah satu hotel yang terletak di pusat kota Pacitan. Memiliki taman yang indah di sekitar halaman hotel. Mempunyai harga yang sangat terjangkau. Range harga sekitar Rp  50.000,00 – Rp 70.000,00 per kamar

4. Homestay dewi Sri, Jl. Pantai Teleng Ria, Pacitan, Phone: +62 357 882523, +62 81913062265. Sebuah homestay yang nyaman yang terletak di sekitar pantai Teleng Ria. Range harga sekitar Rp 80.000,00

5. Barehan Homestay,  Jalan Pantai Pancer, Barehan, Pacitan (+62) 81 335 164 365. Tempat yang yang nyaman dan elegan untuk anda tinggali saat Anda berwisata di Pacitan. Lokasi dekat Pantai Teleng Ria, Fasilitas istimewa, dan harga terjangkau

6. Hotel Bali Asri, Jl. Ahmad Yani 69 PacitanPhone: +62 357 881170. Hotel yang asri yang terletak di tengah kota Pacitan yang memiliki kamar dengan fasilitas mulai dari standar sampai eksklusif. Range harga sekitar Rp 80.000,00 –  Rp 260.000,00

7. Hotel  Permata, Jl. Gatot Subroto 26 Pacitan, Phone: +62 357 883306. Satu lagi hotel yang berada di timur Kota Pacitan. Yang hanya berjarak 5 menit saja dari alun-alun. Range harga sekitar Rp 85.000,00 – Rp 320.000,00

8. Happy Bay Beach Bungalow, Pantai Teleng Ria Pacitan, Phone: +62 357 881474. Merupakan sebuah homestay yang terletak di pinggir pantai yang merupakan tempat yang nyaman untuk ditinggali. Range harga sekitar Rp 85.000,00 – Rp 95.000,00

9. Hotel Srikandi, Jl. Ahmad Yani 67A Pacitan, Phone: +62 357 881252. Adalah hotel yang berada di kota Pacitan yang memilliki harga yang terjangkau namun tetap memiliki fasilitas yang baik. Range harga sekitar Rp 140.000,00 – Rp 320.000,00

10. Hotel Graha Prima, Jl. Raya Pacitan – Solo km 2 Tamperan, Pacitan, Phone: +62 357 5100456. Hotel yang lumayan bagus yang terletak di atas bukit di sekitar pantai Teleng Ria. Range harga sekitar Rp 160.000,00 – Rp 660.000,00

11. Alloro Guest House, Jl. K Umar No. 12 Pacitan, Phone: +62 357 886690. Satu lagi sebuah guest house yang baik yang memiliki kamar-kamar yang dengan fasilitas yang lengkap. Range harga sekitar Rp 185.00,00 – Rp 430.00,00

12. Hotel Prasasti, Jl Imam Bonjol No.8, Telp 0357881178. Hotel yang berdiri pada tahun 2011 yang tergolong cukup mewah di Pacitan. Tersedia kamar standar dan deluxe. Range harga Rp 453.000,00 – Rp 484.000,00

sumber : http://ongistravel.com/hotel-dan-penginapan-di-pacitan/

Souvenir

Berburu Souvenir di Pacitan



Ada banyak sekali assesoris atau souvenir unik dan menarik yang dapat Anda bawa pulang dari Pacitan.
 

  1.Batik Tulis Pacitan

Batik tulis merupakan seni budaya peninggalan dari nenek moyang masyarakat Pacitan yang sudah seabad yang lalu yaitu di Lorok dan Pacitan. Ini dapat dilihat dari beberapa produk klasik yang masih ada seperti motif parang, sido luhur sidomulyo, rujak sente serta sejenis garis dan datar, dipengaruhi oleh batik klasik yogyakarta dan solo. 

Saat ini industri kerajinan Batik Tulis ini berkembang pesat di sentra industri di Desa Arjowinangun dan Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan serta Desa Cokrokembang, Desa Wonodadi Kulon, Desa Bogoharjo, desa Tanjungpuro, Desa Ngadirojo dan sekitarnya di Kecamatan Ngadirojo.




  2. Kerajinan Gerabah

Pacitan juga mempunyai kerajinan gerabah. Tidak hanya gerabah seni, tetapi juga memproduksi gerabah tradisional seperti uleg-uleg, cobek, kendi, tungku tanah liat dan kwali.





  3. Furnitur dari Olahan Kayu dan Anyaman Bambu



Kabupaten Pacitan memiliki sumberdaya berupa kayu yang cukup luas, bahkan menurut data yang ada luas hutan kayu mencapai 64.703,04 Ha. Potensi tersebut didominasi jenis kayu jati, sengon laut, akasia, mahoni, pinus, sono, dan gmelina. Potensi ini dikembangkan masyarakat sebagai mata pencaharian dengan mengembangkan berbagai usaha industri pengolahan kayu, mulai dari Meubelair, Kerajinan Toys dan Kerajinan Gembol.



  4.Batu Akik Pacitan

Selain keindahan pantainya, Pacitan juga memiliki souvenir khas Pacitan yang bisa anda dapatkan untuk oleh – oleh keluarga di rumah. Adalah batu akik, batu mulia yang merupakan batu – batuan khas Pacitan. Salah satu penghasil batu akik di Pacitan adalah di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terutama Desa Sukodono dan Desa Gendaran, dan hal tersebut sudah dikenal luas hingga mancanegara sebagai salah satu sentra kerajinan batu akik di Indonesia. Bahkan, di desa tersebut ada pasar khusus untuk kerajinan batu akik. Dinamakan Pasar Kliwon karena pasar ini hanya buka khusus pada hari Kliwon dalam penanggalan Jawa.



Dan masih banyak lagi souvenir yang dapat Anda dapatkan dari Pacitan. Pacitan, surganya Jawa Timur dengan banyak tempat wisata beserta souvenir unik, cantik dan menarik.  

sumber : http://pacitanreise.blogspot.com/2015/04/berburu-souvenir-di-pacitan.html 

Kuliner Khas

Oleh-Oleh Khas Pacitan Jawa Timur yang Wajib di Bawa Pulang

1. Tahu Kupat


Tahu Kupat
Menu kuliner Khas pacitan ini tidak boleh terlewatkan dan Wajib anda jadikan oleh-oleh saat pulang. Menu yang satu ini menjadi kuliner favorit Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Jika beliau pulang kampung ke Pacitan pasti selalu mencicipi menu ini, terakhir setelah sudah tidak menjabat presiden, SBY bersama keluarga melakukan wisata kuliner di pusat kuliner Pasar Minulyo untuk menikmati kupat tahu bahkan seluruh pengunjung pasar pada waktu itu ditraktir makan gratis

Kupat tahu adalah makanan yang berisi potongan-potongan kupat (lontong) dan juga tahu. Dalam penyajiannya ditambahkan taburan kacang goreng, seledri dan taoge serta disiram dengan kuah penuh bumbu yang nikmat. Umumnya kupat tahu di Pacitan dimakan dengan kerupuk udang.

2. Soto Pacitan


Soto Pacitan
Soto adalah menu makanan yang hampir ada di setiap daerah. Begitu juga Pacitan, kabupaten ini memiliki yang namanya Soto Pacitan. Apa yang membedakan dengan soto lainnya? Soto yang berasal dari kota kelahiran SBY ini disajikan dengan tambahan seledri, bawang goreng, kecambah, kecap dan kacang goreng. Nah adanya kacang goreng inilah yang menjadi pembeda dengan soto-soto lainnya.

3. Jadah Bakar


Jadah Bakar
Oleh-Oleh khas Pacitan yang satu ini merupakan Jadah Bawak. Mungkin masih banyak orang yang belum tahu makanan bernama jadah.jadah adalah makanan yang bentuknya seperti punten hanya saja terbuat dari ketan. Kalau di Pacitan dikenal yang namanya jadah bakar yaitu jadah yang dipanggang layaknya memanggang daging ayam. Setelah itu dimakan dengan dengan gula pasir menghasilkan kombinasi rasa gurih dan manis.

4. Thiwul


Thiwul
Thiwul adalah kuliner atau oleh-oleh yang wajib anda bawah dan wajib anda cicipi saat liburan di Pacitan. Sebab ini adalah makanan khas penduduk Pegunungan Kidul yang meliputi kabupaten Gunungkidul, Wonogiri dan juga Pacitan. Bentuknya seperti nasi pada umumnya hanya saja warnanya agak kecoklatan. Thiwul memang merupakan makanan pokok pengganti nasi yang terbuat dari gaplek atau ketela pohon yang telah dikeringkan.

Jadah bakar menjadi teman nongkrong anak muda Pacitan di alun-alun kota. Makanan ringan ini bisa dengan mudah ditemukan di kios-kios makanan seputar alun-alun khususnya di sisi timur. Salah satu yang menjadi langganan adalah jadah bakar Mbah Geger. Kios ini selalu ramai dikunjungi baik anak muda hingga keluarga yang menikmati suasana malam di kota kecil yang damai. Selain jadah bakar menu lain yang tidak kalah khas adalah tahu bakar yang dimakan dengan sambal kecap serta sate tahu yang nikmat.

5. Nasi Daun Jati ( Sego Godhong Jati)


Sego Godhong Jati
Nasi Daun jati atau orang pacitan bisa sebut sego godhong jati adalah makanan berupa nasi yang dibungkus menggunakan daun jati. Pada zaman dahulu makanan seperti itu hanya ditemukan saat ada hajatan terutama pernikahan dimana nasi daun jati ini akan selalu ada sebagai berkat orang-orang yang menyumbang. Kini makanan ini juga sudah langka lantaran setiap pernikahan tidak lagi menggunakan berkat melainkan suvenir.

Isi sego godhong jati adalah nasi dengan urap dan juga tumis tempe (kering tempe), serundeng serta lauk ikan asin atau pun peyek. Aroma daun jati sangat khas membuat nasi yang ada di dalamnya memiliki rasa yang berbeda pula. Makanan ini tengah hits di Pacitan akhir-akhir ini, dan mereka yang kangen dengan makanan sego godhong jati bisa membelinya di jalan menuju kecamatan Arjosari tepatnya di desa Semanten atau di warung makan Mbak Tini depan pabrik rokok Sampoerna di kelurahan Sidoharjo.

6. Sale Anggur


Sale Anggur
Sale anggur bisa anda jadikan camilan sekaligus oleh-oleh khas dari Pacitan. Sale ini dibuat sama dengan pembuatan sale-sale pada umumnya hanya yang membedakan adalah proses pengemasan. Disebut dengan sale anggur lantaran sale ini di kemas bulat-bulat dan dirangkai menyerupai buah anggur.

Bahan dasar sale anggur adalah pisang awak yang di potong tipis-tipis kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari. Setelah kering barulah dikemas dengan cara dipadatkan hingga berbentuk bulatan. Bagian luar dikemas lagi menggunakan kertas krep warna-warni agar terlihat menarik. Kemudian bagian finishing bulatan-bulatan tadi dirangkai menjadi seperti untaian buah anggur. Meski tanpa bahan pengawet sale ini bisa tahan hingga 5 bulan. Konon makin lama rasanya akan semakin legit dan manis. 


7. Tahu Tuna

Tahu Tuna
Untuk Kalian para Wisatawanyang berkunjung ke Pacitan ini sangat wajib untuk mencicipi makanan Tahu Tuna Khas Pacitan ini. Makanan ini seperti sudah menjadi ikon makanan khas di Kota 1001 Gua. Tahu tuna bukanlah makanan baru, bentuknya sama dengan tahu bakso hanya saja bakso di dalam tahu ini dibuat dari gilingan ikan tuna.

Menu tahu tuna banyak dijumpai di warung-warung makan di Pacitan. Selain dimakan di tempat, tahu tuna juga bisa dijadikan oleh-oleh satu plastik berisi potongan tahu tuna berjumlah 10 biji dijual dengan harga sekitar 7-8 ribu. Traveler yang berminat bisa mendapatkannya di toko oleh-oleh yang ada di sepanjang jalan menuju Pantai Teleng Ria.

 

8. Punten


Punten
Punten tergolong makanan ringan meski kurang pas jika disebut sebagai camilan. Pasalnya makanan yang satu ini terbuat dari beras yang dimasak dengan santan kemudian ditumbuk hingga halus. Setelah itu disajikan dalam bentuk potongan kotak-kotak. Rasanya sangat gurih dan juga mengenyangkan cocok untuk pengganjal perut yang sedang lapar.

Punten paling sedap saat dinikmati dengan cara dicocolkan pada sambal terasi. Saat ini lumayan sulit untuk menemukan jenis makanan tradisional ini. Tapi jika kamu penasaran ingin tahu rasanya datanglah ke pusat jajanan di Pasar Arjowinangun yang berada di pertigaan JLS atau di Pasar Sundeng di barat kota Pacitan.

9. Cenil


Cenil
Cenil Merupakan Oleh-Oleh Khas Pacitan yang bisa di katakan Unik.  Cenil adalah makanan yang terbuat dari pati ketela pohon, bentuknya bulat-bulat kecil rasanya kenyal dan memiliki rupa berwarna-warni. Umumnya jajanan ini disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir. Tapi cenil di Pacitan lain, tetap menggunakan taburan parutan kelapa tapi dilumuri dengan gula jawa yang telah direbus.

makanan yang terbuat dari pati ketela pohon, bentuknya bulat-bulat kecil rasanya kenyal dan memiliki rupa berwarna-warni. Umumnya jajanan ini disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir. Tapi cenil di Pacitan lain, tetap menggunakan taburan parutan kelapa tapi dilumuri dengan gula jawa yang telah direbus.

10. Singkong keju


Singkong Keju
Setelha anda puas dengan luburan anda di pacitan, rasanya pasti ada yang kurang jika belum berasakan makanan Khas Pacitan yang satu ini. Makanan ini merupakan singkong keju khas pacitan. Karena singkong mudah ditemukan di kabupaten dengan pantai yang indah ini, maka ada berbagai olahan enak selain thiwul. Salah satunya adalah singkomg keju. Sebenarnya kuliner Pacitan ini juga ada di mana-mana. Namun tidak ada salahnya kamu mencoba yang asli Pacitan.  Kelezatan bukan hanya didapat dari taburan bumbu dan keju, tapi juga dipengaruhi oleh singkong Pacitan yang lezat ketika sudah dimasak. Selain keju, biasanya singkong juga disiram dengan gula semut, dijamin enak sekali. Makanan ini mudah kamu temukan di warung-warung sepanjang jalan menuju Pantai Teleng Ria.

11. Otak-Otak ikan Tuna


Otak-Otak ikan Tuna
Otak – otak dibuat dengan mencampur Ikan Tuna Segar Dengan Kualitas Terbaik dengan campuran rempah-rempah. Oleh – Oleh Khas Pacitan Otak – Otak tuna yang terbuat dari ikan tuna berkualitas dan segar. Diolah dengan bumbu yang pas menghasilkan makanan ringan yang enak dan bergizi. Tidak mengandung bahan pengawet seperti borax dan formalin, sehingga aman dikonsumsi seluruh keluarga setiap hari. Sangat pas di padukan dengan saos sambal dan dimakan di sore hari. Anda bisa mendapatkan Otak – Otak Ikan Tuna Khas Pacitan di Pusat Oleh – Oleh Khas Pacitan Putra Samudra yang lokasi dekat dengan pantai Teleng Ria tepatnya di Jalan Raya Pacitan – Solo km 03.

12. Rengginang Manis


Rengginang Manis
Rengginang merupakan salah makanan yang bisa dijadikan pilihan oleh – oleh khas pacitan. Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi atau beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak.  Anda bisa mendapatkan Rengginang Manis Khas Pacitan di Pusat Oleh – Oleh Khas Pacitan Putra Samudra yang lokasi dekat dengan pantai Teleng Ria tepatnya di Jalan Raya Pacitan – Solo km 03.

13. Bakso Ikan Tuna


Bakso Ikan Tuna
Bakso Ikan Tuna Merupakan Oleh – Oleh Pacitan yang paling digemari. Bakso tuna adalah daging ikan tuna giling yang dicampur dengan tepung tapioka dan dicampur dengan bumbu-bumbu racikan dari sang ahli.Bakso Tuna terbuat dari tahu berkualitas dengan tambahan bumbu rempah dan isian ikan tuna segar. Selain tekstur bakso lebih indah, juga terasa lembut dilidah. Anda bisa mendapatkan Bakso Ikan Tuna Khas Pacitan di Pusat Oleh – Oleh Khas Pacitan Putra Samudra yang lokasi dekat dengan pantai Teleng Ria
Itulah daftar oleh-oleh khas Pacitan yang harus anda miliki dan anda coba ketika berada di Pacitan Jawa timur. Semoga dengan adanya daftar Oleh-Oleh khas Pacitan di atas bisa memudahkan anda dalam memilih dan membeli oleh-oleh yang sesuai dengan yang anda inginkan. Selelu berkunjung ke sini untuk bisa mendapatkan info Oleh-Oleh Khas Terbaru lainnya.



Tempat Oleh-Oleh Khas Pacitan


Berkunjung ke suatu daerah tentunya hal yang kita cari  dan sering di tanyakan yaitu oleh-oleh. Bagi Anda yang hendak berkunjung ke Pacitan atau sedang mencari tempat pusat oleh-oleh khas Pacitan Berikut ini daftar tempat oleh-oleh Khas Pacitan yang bisa Anda jadikan referensi.


PUTRA SAMUDRA 
Alamat : Sidoharjo, Pacitan Sub-District, Pacitan Regency, East Java 63514
No Telp : WA 087758991433
: SMS 081332804855


ANEKA RASA
Alamat : Jl. WR. Soepratman No.12 A Pacitan
No Telp : 081226938887


SARI RASA
Alamat : JL. Gatot Subroto 35 Baleharjo, Pacitan - Jawa Timur
No Telp : (0357) 881530


TAHU TUNA PAK RAN
Alamat : Lingk. Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan,
Jawa Timur
No telp : 82330250078

: 87758068468

sumber : https://www.pacitantourism.com/2017/10/tempat-oleh-oleh-khas-pacitan.html

Industri

Di Pacitan telah terdapat beberapa sentra industri yaitu industri rokok milik perusahan rokok Sampoerna, dan perusahan rokok Sukses. Industri lainnya adalah berdirinya pabrik Timah di daerah Arjosari, Pabrik Triplek di Widoro, pabrik Woodboard di Arjosari. Selain itu dibangun juga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Dengan Daya 2 X 315 MW yang berlokasi di Teluk Bawur,Sudimoro yang telah diresmikan oleh Presiden SBY Pada tanggal 16 Oktober 2013 secara langsung di PLTU Pacitan. 

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pacitan

Jumlah Industri yang ada di Kabupaten Pacitan tahun 2011 baik Industri besar. Industri sedang dan Industri kecil adalah 10.192 unit Industri di Kabupaten Pacitan sudah mulai mengalami perkembangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jenis industri kecil yang paling banyak adalah industri kecil yaitu sebesar 99,86%, industri besar sebesar 0,04% sedangkan sisanya adalah industri sedang yang hanya 0,10%. Bila dilihat menurut status dari industri kecil dan Kerajinan, sebesar 97,76% adalah Industri kecil dan non formal, sedangkan sisanya 2,24% yang mampu menyerap tenaga kerja sebesar 23.434 orang yang mampu menyerap tenaga kerja 1.850 orang dengan 287 tenaga kerja. Air merupakan bagian terpenting dalam kehidupan. Salah satu penyedia air bersih di Kabupaten Pacitan adalah PDAM. Tahun 2011, jumlah pelanggan PDAM mencapai 11.260 unit. Jumlah produksi di tahun ini sebesar 2.586.800 M3 dengan nilai produksi sebesar 5,87 milyar rupiah.
Listrik juga dibutuhkan oleh semua orang, satu – satunya penyedia listrik di Kabupaten Pacitan adalah PLN. Tahun 2011 jumlah pelanggan PLN mencapai 85.521 orang. Dengan pemakaian 6.629.346 KWH dan nilai Pembayaran sebesar 4,04 milyar rupiah. Menurut jenis tarif jumlah pelanggan PLN terbesar adalah rumah tannga sebesar 92,18%, disusul abonemen (3,61) sosial (1,98%), usaha ( 1,19%), PPJ ( 0,64%), kantor (0,35%), Industri (0,04%) dan Hotel ( 0,01 persen ).

sumber : http://pacitanindustri.blogspot.com/
 

Perekonomian

Kondisi geografis Pacitan yang sebagian besar berbukit tandus menyebabkan daerah ini kurang cocok untuk bercocok tanam padi sehingga ketela pohon atau singkong menjadi alternatif sejak dahulu.
Hasil pertanian utama Pacitan adalah padi, singkong, cengkeh, kelapa dan kakao yang baru dibudidayakan beberapa tahun terakhir. Potensi bahan tambang juga cukup besar di kawasan Pacitan. Kerajinan batu akik yang terpusat di kawasan Donorojo, sedikit banyak telah menyumbang nilai penting bagi Pacitan. 

 sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pacitan

KEUANGAN DAN PEREKONOMIAN DAERAH KABUPATEN PACITAN

PENDAPATAN DAERAH
Pendapatan keuangan Kabupaten Pacitan diperoleh dari penerimaan langsung dan tidak langsung. Penerimaan langsung diperoleh dari penerimaan pajak masyarakat, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan, dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Penerimaan pajak yang diperoleh  digunakan  untuk  pembiayaan  kegiatan  di  Kabupaten  Pacitan.  Pembiayaan  (financing)  adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah, baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau memanfaatkan surplus anggaran. Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman, dan hasil investasi. Sementara, pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman, pemberian pinjaman kepada entitas lain, dan penyertaan modal pemerintah. 

Sekilas Informasi Pariwisata Lainnya

Pacitan dikenal dengan nama Kota Pariwisata atau Kota Seribu Goa. Hal ini dikarenakan kekayaan alam dan ekstika Pacitan yang sungguh luar biasa dan sangat memikat para pengunjung. Pariwisata di Pacitan terdiri dari Wisata Goa, Wisata Pantai, Wisata Pegunungan (Hikking), Wisata Sejarah, Wisata Pemandian Alam dan Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian kawasan Olahraga yang nantinya bisa menjadi salah satu alternatif tempat yang bisa dikunjungi di Pacitan. 

Wisata Goa yang terkenal di Pacitan diantaranya Goa Gong Yang ternama sebagai Goa Terindah se-Asia Tenggara, Goa Kalak Konon Mantan Presiden Soeharto pernah melakukan semadi di Goa ini, Goa Tabuhan di mana Alibasyha Sentot Prawirodirjo pernah melakukan semadi di dalam Goa ini dan Batu di dalam goa ini jika dipukul akan membunyikan suara seperti alat musik gamelan Jawa, Goa Luweng Jaran. 

Wisata Pantai terhampar luas di Pacitan, sehingga anda harus menentukan terlebih dahulu pantai mana yang akan anda kunjungi. Jika anda menginginkan pantai dengan pasir putih dan pemandangan batu karang yang indah Pantai Watu Karung, Srau dan Pantai Klayar bisa menjadi pilihannya. Namun jika anda menginginkan pantai yang penuh dengan sarana wisata dan mudah diakses Pantai Teleng Ria bisa menjadi pilihannya karena hanya berjarak sekitar 3 Km dari pusat Kota. Pantai lain yang bisa dikunjungi seperti Pantai Soge yang terkenal dengan jembatan indahnya, Pantai Taman di mana disana terdapat penangkaran penyu, pantai Sidomulyo dengan Flyingfox terpanjang se-Indonesia, Pantai Banyutibo dengan pemandangan air terjun yang langsung menuju ke pantai, dan masih banyak pilihan pantai lainnya. 

Pemandian Air Hangat Tirtohusodo berada di Kecamatan Arjosari, sekitar 15 Km dari pusat kota ke arah Utara, disini menyuguhkan pesona mandi dibawa kaki gunung kelir dengan air Panas Alami, fasilitas di Pemandian ini pun cukup lengkap seperti Villa, Toko Cenderamata, Kantin atau Rumah Makan, Parkir luas 

Monumen Jenederal Sudirman berada di Kecamatan Nawangan, 30 Km dari pusat kota Pacitan. Monumen ini berdiri megah di atas gunung dan telah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, disini masih dapat kita lihat Rumah yang digunakan Jenderal Sudirman ketika melakukan Gerilya. 

Rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terletak di Lingkungan Blumbang, Kelurahan Ploso berjarak 200 meter dari Terminal Kelas A Kota Pacitan atau sekitar 1 Km dari pusat kota Pacitan. 


Gunung

 Gunung Sepang
Merupakan gunung tertinggi di Tulakan, bisa gunakan untuk tujuan camping, memiliki puncak yang cukup luas dan pemandangan laut selatan yang indah, bisa juga sebagai tempat menikmati sunrise dan sunset yang menawan, cocok untuk penikmat pendaki gunung yang masih pemula atu untuk latihan.

Cara mencapai lokasi : Akses dari jalan Pacitan - Lorok sekitar Km 45 merupakan jalur terdekat, ada jalan masuk di barat SMPN 1 Tulakan jalan makadam batu atau sekitar daerah Bonsiak, jalan aspal tapi banyak yang rusak, kendaraan roda 2/4 bisa sampai titik dekat SDN Tulakan 1 yang merupakan kaki gunung, dari situ disaran mulai jalan kaki sebagai tahap pemanasan sebelum melaui jalan yang curam di gunungnya.

Saran : sebaiknya melakukan pendakian menghindari musim penghujan karena jalan menjadi licin dan rawan batu longsor bisa berbahaya, jika mau menginap siapkan pakaian hangat karena udara akan sangat dingin pada malam hari, sedia air minum secukupnya, jangan lupa izin dulu pada warga setempat jika mau menginap
Himbauan : jangan merusak ekosistem yang ada di gunung dan beretika yang baik dalam melakukan pendakian atau camping.

* catatan
Menurut cerita penduduk setempat, jaman dulu lereng Gunung Sepang banyak sekali dihuni monyet/kera karena banyak pepohonan. Namun seiring berjalan waktu, pepohonan semakin jarang hingga monyet/kera di Gunung Sepang menghilang. Sekitar Tahun 1993 sekelompok anak muda Tulakan menginisiasi penanaman kembali lereng Gunung Sepang dengan bibit pinus, akasia, trembesi, dll meskipun dengan jumlah bibit yang terbatas (lihat di foto). Inisiatif ini kemudian disambut baik Karang Taruna Desa Tulakan dan Pemerintah Desa Tulakan sehingga ditindaklanjuti dengan penanaman bibit pepohonan kembali dalam jumlah banyak. 
 
Gunung Limo
Gunung Limo adalah sebuah gunung yang terletak di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Gunung Limo dapat diakses melalui terminal Arjowinangun menuju Desa Kebonagung, Desa Gawang, Desa Sidomulyo, dan Desa Mantren. 

Jalur pendakian Gunung Limo diawali sebuah pintu batu yang sangat sempit sehingga pendaki harus berjalan miring, setelah itu di bagian dekat puncak akan ditemui batu Pongaan. Di batu Pongaan tersebut pengunjung atau pendaki dapat melihat bebas wilayah-wilayah pedesaan dan perkotaan yang terletak dibawahnya.

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Limo


 Upacara Tetaken
Bukan hanya larung sesajen ritual tradisi yang biasa digelar masyarakat Pacitan saat memperingati pergantian tahun Islam. Namun ada satu budaya cukup sakral yang mungkin belum begitu dikenal masyarakat, yaitu Tetaken.

Sebagaiman diketahui, Kabupaten Pacitan terletak 524 Km sebelah timur dari Ibu Kota Jakarta dan 209 Km arah barat daya dari kota Surabaya. Kabupaten yang terkenal dengan Gunung Limo ini mempunyai tradisi yang cukup unik. Karena menganut penanggalan Jawa, yaitu tepat pada 1 Syuro, diadakan beberapa kegiatan untuk memperingati bulan baru Hijriyah. 

Beberapa di antaranya adalah pengajian, melekan, tirakatan, perajahan, larung sesaji dan napak tilas sejarah. Sedangkan di Gunung Limo sendiri, beberapa orang melakukan teteki atau bertapa di bulan itu. Selanjutnya para pertapa tersebut disambut oleh masyarakat dalam bentuk perayaan Tetaken yang diadakan setiap tanggal 15 bulan Syuro.

Salah seorang pemerhati sejarah di Pacitan Ki Ageng (KA) Jolothundo mengatakan, Tetaken berasal dari kata tetekian. Teteki mendapat imbuhan “an” (tetekian) yang berarti pertapa-an. Yaitu bermakna tempat pertapaan. Karena karakter bahasa setempat untuk mempermudah penyebutan, maka kata tetekian berubah pengucapannya menjadi tetaken tanpa mengurangi makna sesungguhnya.

"Tradisi tersebut diadakan untuk mengingat kembali proses datangnya Eyang Tunggul Wulung dan Mbah Brayut ke Gunung Limo dan menetap di lereng Gunung Limo," ujarnya, Selasa (8/5).




Digambarkan dalam ritual ini, sang juru kunci Gunung Limo turun gunung bersama para cantriknya yang sekaligus murid-muridnya. Mereka baru selesai menjalani tapa di puncak gunung dan akan kembali ke tengah masyarakat. Bersamaan turunnya para pertapa dari puncak gunung, iring-iringan warga muncul menyambut para pertapa memasuki area upacara.

"Masyarakat mengenakan pakaian adat Jawa. Barisan paling depan adalah pembawa panji dan pusaka Tunggul Wulung (Panji Tunggul Wulung, Keris Hanacaraka, Tombak Kyai Slamet, dan Kotang Ontokusumo/Jubah Hitam pertapa)," cerita Jolothundo.

Di Pacitan, lanjut dia, terdapat lokasi pendadaran (pelatihan kanuragan dan kebatinan) yang berpusat di Gunung Limo. Pendadaran prajurit kemudian lazim disebut sebagai wisudan Tunggul Wulung (wisuda yang dilakukan oleh Tunggul Wulung). Prajurit Mataram melakukan pendadaran olah kanuragan dan kebatinan kepada pemuda-pemuda di desa-desa dengan tujuan memperkuat pertahanan kerajaan apabila sewaktu-waktu ada peperangan.

Pembekalan yang dilakukan oleh prajurit Mataram di bawah Panji Tunggul Wulung tidak hanya olah fisik saja kepada generasi muda. Melainkan mengajarkan ilmu kasepuhan kepada masyarakat. Memantabkan ajaran Islam secara esketik dikombinasi dengan penanaman prinsip-prinsip pengabdian kepada negara.

"Mendekatkan hubungan kerajaan dengan masyarakat sekaligus mempereratnya. Kegiatan penanaman mental bela negara, olah kaprajuritan, kepatuhan kepada raja dan kerajaan, nilai nilai-nilai moral, spiritual lahir dan batin oleh prajurit Mataram Tunggul Wulung ini di kemudian hari menjadi sebuah tradisi dari generasi ke generasi yang disebut dengan Tetaken," pungkasnya. (yun/rev)



sumber :https://www.bangsaonline.com/berita/44956/sekilas-menyimak-tradisi-tetaken-gunung-limo-pacitan


Begini Pemandangan Dari Puncak Gunung yang Lagi Hits di Pacitan

Selain pantai, jenis traveling lain yang juga disukai anak muda adalah wisata gunung. Kebetulan jika kamu main ke Pacitan, banyak gunung yang bisa didaki. Meski tidak setinggi Gunung Semeru tapi pemandangan dan pendakiannya tidak kalah seru. Cobalah mendaki Gunung Lanang, salah satu titik tertinggi kabupaten Pacitan.
Gunung Lanang, sebagai salah satu titik tertinggi Pacitan tidak sulit untuk menemukannya. Jika traveler berada di tengah pusat kota, tengoklah ke arah timur di sana akan terlihat deretan gunung yang disebut dengan Gunung Limo. Nah salah satu gunung itulah yang disebut dengan Gunung Lanang.

Suasana Sunrise Gunung Lanang, Foto: Naomi
Suasana Sunrise Gunung Lanang, Foto: Naomi
Traveler bisa mengunjungi Gunung Limo dengan datang ke desa Punjung, kecamatan Kebonagung yang berjarak sekitar 20 kilometer ke arah timur. Perjalanan bisa ditempuh selama kurang lebih 1 jam, mengingat medan jalan yang akan dilewati cukup menantang dengan kondisi jalan aspal rusak hingga jalan beton yang sempit.
 Kendaraan yang direkomendasikan untuk mengakses gunung ini adalah sepeda motor. Jalan desa yang sempit cukup riskan untuk dilewati mobil. Nantinya kendaraan bisa diparkir di lahan pertanian warga, atau di ujung jalan beton. Kemudian perjalanan baru dilanjutkan dengan trekking jalan kaki melewati jalan setapak dengan kemiringan yang cukup curam di beberapa titik.

Pemandangan dari Gunung Lanang, Foto: Naomi
Pemandangan dari Gunung Lanang, Foto: Naomi
Saat datang ke Gunung Lanang jangan mengeluh dengan medan yang dilalui sebab pemandangan ciamik sudah menunggu di puncaknya. Puncak gunung ini terdapat dataran yang cukup luas yang sering digunakan pecinta alam untuk kemping. Gunung ini menghadap ke pusat kota Pacitan di sebelah barat sehingga saat malam dari puncak gunung ini adalah tempat sempurna untuk melakukan city light hunting.
Gunung Lanang, Foto: Naomi
Gunung Lanang, Foto: Naomi
Puncak Gunung Lanang adalah lokasi yang pas untuk melihat sunset. Namun pemandangan matahari terbit dari puncak gunung inipun tak kalah eksotisnya. Maka tidak heran jika musim liburan dan akhir pekan banyak anak muda yang datang ke sana untuk kemping. Inilah salah satu gunung yang paling hits di Pacitan. Ada yang sudah pernah ke gunung ini?